rahasia mengenali karakter orang lain

Mengenal Diri Untuk Mengenal Tuhan NYA

Cara Mengenal Diri sendiri untuk mengenal Allah – Ketika kita berhasil mengenali diri kita sendiri maka kita akan mengenal ALLAH SWT. Namun ternyata mengenali diri sendiri itu tidaklah mudah.

Banyak yang harus dilakukan dan juga banyak yang harus dihilangkan dalam upaya kita untuk mengenali siapa diri ini. Karena kita adalah manusia biasa yang penuh dengan ambisi dan nafsu.

Salah satu hal yang menghalangi kita untuk kenal dan lebih dekat pada Allah SWT adalah ego dan nafsu kita sendiri. Nafsu akan mengaburkan pandangan nurani kita tentang dunia.

Nafsu juga yang bisa membuat kita seolah – olah hidup selamanya di dunia. Semuanya yang nikmat didunia ini versi nafsu sangatlah menggoda. Jika kita tidak mawas diri dan selalu memohon petunjuk pada Allah SWT maka kita akan terbawa arus keduniawian ini, dan itu akan membuat kita semakin jauh pada Allah SWT.

Ibadah adalah jalan terbaik untuk membuat kita agar lebih dekat pada Allah SWT. Tentunya ibadah disini harus dipenuhi rasa ikhlas. Salah satu ibadah yang wajib kita lakukan adalah sholat lima waktu.

Sebagai umat muslim harus selalu mendirikan dan mengutamakan sholat dimanapun kita berada. Sholat adalah tiangnya agama, dan sholat itu adalah salah satu bentuk penghambaan kita pada Allah SWT.

Hal yang sama terjadi jika kita selalu memelihara dan mengagungkan ego kita. Ego adalah sifat ke akuan yang ada dalam diri manusia. Ego yang membuat kita lupa bahwa semua yang sudah kita kerjakan atau lakukan adalah karena ridho dari Allah SWT.

Pada dasarnya ketika kita melakukan tindakan yang benar itu karena memang Allah SWT tidak ingin kita salah. Sehingga kebenaran yang kita lakukan itu murni dari Allah SWT. Dan segala bentuk kesalahan yang kita lakukan itu murni dari diri kita sendiri, karena kelemahan kita. Itulah yang sebenarnya.

Ketika kita melakukan sesuatu yang berujung pada prestasi, tentu akan banyak pujian pada diri kita, dan disitulah ego mulai bekerja. Dan ketika kita lalai atau melakukan kesalahan kembali ego bekerja untuk menuntun kita bahwa yang salah bukanlah kita.

Yang salah adalah mereka dan bukan kita. Ketika kita terus menerus memupuk ego kita, maka yakinlah bahwa kita akan menjadi Fir’aun baru diera millennial ini.

Untuk mengatasinya, kita harus selalu mengingat Allah dalam segala hal. Libatkan Allah SWT dalam setiap urusan dan selalu bersyukur asetelah kita melakukan sesuatu hal terlepas apapun hasil yang akan kita peroleh.

Mengenali diri sendiri

mengenali diri sendiri

Allah SWT adalah dzat dengan kesempurnaannya. Dialah tuhan semesta alam yang menciptakan dunia beserta isinya. Sedangkan manusia adalah salah satu makhluk yang Allah ciptakan.

Kenali diri sendiri lalu kita akan mengenal Allah SWT. Mulailah melakukan introspeksi diri secara terus – menerus untuk lebih mengetahui siapa diri kita. Setiap malam hari misalnya, ingat – ingat kembali apa yang sudah kita lakukan sejak kita bangun di pagi hari sampai kita akan tidur kembali.

Lakukan hal itu sambil kita selalu memohon ampunan serta petunjuk pada Allah SWT. Ini adalah cara agar kita mampu memerangi hawa nafsu serta ego dalam diri kita.

Setelah kita melakukan introspeksi, itu artinya kita punya bekal memperbaiki diri dan menjadikan diri kita lebih baik dari hari kemaren. Inilah yang bisa membuat jarak kita dengan Allah SWT semakin dekat.

Saat kita terus menerus melakukan introspeksi sambil memohon ampunan dan petunjuk pada Allah SWT, tanpa kita sadari nafsu dan ego yang ada dalam diri kita bisa kita kendalikan.

Saat ego dan nafsu sudah bisa kita kendalikan, kita bisa mulai membuat daftar yang berisi hal – hal buruk yang telah kita lakukan selama ini. Dengan begitu kita akan segera menemukan keburukan apa saja yang telah kita perbuat.

Dan setelahnya akan muncul suatu perasaan bersalah dan keinginan untuk menebus semuanya itu. Dan hal ini sangat manusiawi. Itu adalah langkah yang bisa kita lakukan agar kita mengenali diri kita sendiri.

Cara Mengetahui karakter diri sendiri

4 karakter manusia

Setiap manusia tentu diciptakan dengan beberapa sifat dasar yang berbeda  beda. Semua sifat dasar yang dimiliki oleh manusia itu adalah baik. Yang membuatnya menjadi tidak baik adalah orientasi yang salah dalam menjani hidup ini.

Secara umum manusia mempunyai beberapa sifat atau karakter yang mendasar pada diri. Karakter dasar itu adalah melankolis, koleris, sanguin dan flegmatis.

Melankolis adalah salah satu sifat manusia yang cenderung memperhatikan hal – hal detil demi mencapai kesempurnaan dalam perbagai macam hal. Orang melankolis biasanya sangat handal dalam membuat rencana dan tahapan – tahapan untuk mencapai tujuan.

Koleris adalah tipikal orang sebagai eksekutor yang handal. Orang koleris kebanyakan mempunyai kemauan,  pendirian yang sangat kuat, tegas  dan pantang menyerah.

Orang koleris juga cenderung meledak – ledak saat meluapkan sesuatu. Jika orang melankolis pandai membuat rencana maka orang kolerislah sebagai eksekutornya.

Sanguin adalah salah satu karakter dasar dengan kecenderungan untuk selalu tampil didepan dan sangat mudah untuk menarik perhatian orang.

Flegmatis berbeda dengan tiga karakter diatas, orang flegmatis cenderung mengalah, suka menghindari perdebatan dan pecinta damai. Meskipun karena sifatnya yang sering mengalah, justru orang sanguine ini sering dipermainkan oleh orang lain.

Dari uraian empat dasar karakter manusia bisa kita bertanya pada diri kita sendiri, mana karakter yang paling dominan pada diri kita ? Atau semuanya tidak ada yang dominan di dalam diri kita ?atau keempat karakter itu hanya kadang – kadang saja munculnya ?.

Semua pertanyaan itu hanya diri kita dan Allah yang tahu jawaban pastinya. Apakah keempatnya bisa kita miliki ?.jawabannya adalah “ Bisa “.

Dari uraian empat dasar karakter manusia bisa kita ambil kesimpulan. Saat kita mempunyai ide atau merencanakan sesuatu, kita butuh karakter melankolis. Untuk menyampaikan ide kita terhadap siapapun, kita membutuhkan karakter sanguine.

Untuk menjalankan ide atau rencana tersebut karakter kolerislah solusinya. Namun ketika semua berproses dan ada masukan ataupun kritikan dari orang lain maka saat itu kita butuh karakter flegmatis.

Cara Mengenal Diri Sendiri menurut islam dan alkitab

Didalam islam sebenarnya sudah ada pelajaran untuk mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri yang diajarkan oleh islam adalah meliputi mengenal diri ini secara lahiriah atau jasad, dan juga batiniyah atau ruhani. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia itu dengan sempurna atau sebaik – baiknya bentuk.

Di dalam al qur’an juga dijelaskan tentang proses terjadinya manusia. Sejak dalam Rahim seorang ibu yang tidak memiliki nyawa lalu ditiupkan nyawanya oleh Allah SWT sampai dengan dia lahir di dunia ini.

Allah menciptakan manusia dengan segala macam atribut agar seorang manusia layak disebut sebagai manusia. Tanpa ruh, jiwa atau nyawa maka jasad manusia hanya terbujur kaku. Tentu saja tanpa nyawa, seorang manusia tidak bisa disebut sebagai manusia.

Islam juga mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia itu menghamba dan menyembah Allah SWT. Al qur’an surat Adz Dzaariyat ayat ke 56 menyebutkan hal itu.

Selain itu Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi khalifah atau seorang pemimpin di bumi. Pemimpin disini bisa diartikan untuk membawa kedamaian dalam hidup. Banyak sekali hal – hal tentang diri manusia yang difirmankan oleh Allah SWT didalam Al qur’an.

Oleh karena itu Al qur’an bisa dijadikan rujukan untuk mencari atau mengetahui jati diri manusia sebagai ciptaan Allah SWT dan sang pencipta manusia itu sendiri yaitu Allah SWT.

Ilmu Makrifat ibadah yang sebenarnya

ilmu makrifat mengenal allah

Sebelum saya membahas mengenai ilmu makrifat yang sebenarnya, perlu kita untuk membaca beberapa rujukan tentang ilmu makrifat dari beberapa ulama tasawuf.

Dr Mustafa Zahri menyampaikan pendapat dari seorang Ulama Tasawuf bahwa”Makrifat adalah keyakinan hati dalam mempercayai hadirnya wujud Allah yang melambangkan segala kesempurnaannya.”

Asy Syekh Ikhsan Muhammad Dahlan AlKadiriy menyampaikan pendapat ulama tasawuf Abuth Thayyib As Saamiriy bahwa”Makrifatmerupakan hadirnya kebenaran dari Allah dalam keadaan hati yang selalu terhubung pada Allah SWT”.

Dari kutipan dua ulama tasawuf diatas tentang ilmu ma’rifat bisa kita simpulkan bahwa ketika orang sudah mencapai level ilmu makrifat berarti orang tersebut sudah benar – benar mengenal Allah SWT.

Maka baginya dunia beserta isinya ini tidak lagi penting. Orang yang sudah mencapai level ini biasanya mempunyai hati yang tenang. Apapun yang dilakukan oleh orang dengan tingakatan ilmu makrifat adalah kebenaran, karena hatinya selalu terhubung dengan Allah SWT.

Bisa juga kita artikan seseorang dengan tingkatan makrifat itu berarti orang yang sudah benar – benar mengenal Allah SWT. Level ibadah orang dengan ilmu makrifat ini juga sudah berbeda.

Mereka bisa beribada dengan hati yang benar – benar ikhlas tanpa mengharapkan apapun. Mereka beribadah dengan kesempurnaan cinta pada Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *